Telah Tersedia Space Iklan Text Marque ! Segera Pasang Iklan Anda ! SPACE PASANG IKLAN
SPACE PASANG IKLAN
SPACE PASANG IKLAN
SPACE PASANG IKLAN
Buruan Mumpung masih tersedia slotnya !!
Album 'Looking 4 Myself': Usher Mencari Jati Diri, Hot topic, seputar Usher ~ Sejuknya Embun

Senin, 09 Juli 2012

Album 'Looking 4 Myself': Usher Mencari Jati Diri, Hot topic, seputar Usher

Album 'Looking 4 Myself': Usher Mencari Jati Diri, Hot topic, seputar Usher . Kita mengenal Usher Raymond sebagai salah satu pembawa bendera R&B yang lagu dan albumnya sering bertengger di tangga lagu dunia. Lagu-lagu slow jam khasnya pun mungkin sampai sekarang masih menjadi
salah satu lagu andalan dalam playlist Anda, seperti 'You Make Me Wanna…', 'U Remind Me', 'Burn', 'Can You Help Me', 'U Got It Bad', dan masih segudang lainnya.

Memang, album 'Raymond vs Raymond' (2010) yang sebagian besar bercerita mengenai perceraiannya dengan Tameka Foster mendapat berbagai macam kritik. Artinya, tidak terlalu meledak apabila dibandingkan album 'My Way' (1997) atau 'Confessions' (2004). Namun, album barunya yang bertajuk 'Looking 4 Myself' (2012) ini bagaikan sebuah proses kembali mencari jati diri.

Sebagian kecil lagunya memang masih mengikuti tren trance-pop masa kini, dengan menghadirkan hujan synthesizer yang terdengar sangat Eropa, seperti 'Can't Stop Won't Stop' dan 'Scream'. Selebihnya, Usher menggandeng beberapa nama tenar untuk menjahit karakter R&B yang diembannya dengan banyak jenis musik lain dan pada akhirnya menciptakan banyak lagu yang variatif, menarik untuk disimak.

Kolaborasinya dengan Pharrell Williams menghasilkan 'Twisted' yang bernuansa funk dan hip-hop. Sementara ketika ia bekerjasama dengan Luke Steele dari The Sleepy Jackson dan Empire of the Sun pada 'Looking 4 Myself', hasilnya track yang terdengar sangat mirip dengan 'Walking on a Dream' milik Empire of the Sun, namun makin unik dan manis karena di sini Usher menyanyi sangat merdu. Bagaimanapun, aransemen yang modern dan cukup jauh berbeda dengan R&B ini terdengar sangat cocok dinyanyikan olehnya.

Satu lagu yang sangat mengejutkan adalah track terakhir berjudul 'Euphoria' yang diproduseri oleh Swedish House Mafia. Di sini Usher melantunkan lagu yang berbalut aransemen electro house nan megah, dan sarat akan synthesizer yang membalut banyak bagian dari lagu tersebut. Lagi-lagi sebuah sentuhan karakter baru untuk Usher. Permainan beat-nya sangat menyenangkan untuk dinikmati.

Untuk highlight dari album ini, saya merekomendasikan lagu yang seru seperti 'Scream', atau yang manis sekalipun seperti 'Show Me', 'What Happened To U', dan 'Numb'. Jika Anda berhasil mendapatkan deluxe edition dari album ini, akan ada tambahan 4 lagu di situ. Dua di antaranya adalah 'I.F.U' dan 'Hot Thing' yang sensual, bernuansa seperti lagu 'Birthday Cake' milik Rihanna dengan lirik yang nakal. Namun, pada 'Say The Words' dan '2Nd Round' dengan aransemen yang lebih manis dan ringan, ia menyanyi seperti laki-laki jatuh cinta, kadang memakai falsetto dan desahan yang genit.

Overall, 'Looking 4 Myself' bisa dibilang sebagai album eksperimen yang berhasil, karena sukses memberikan variasi dari berbagai kemungkinan yang ada. Dan yang paling penting, karakter Usher dapat lebih 'bermain' dan menciptakan berbagai nuansa baru yang menarik.

Yarra Aristi pernah bekerja sebagai wartawan musik di dua majalah musik terkenal. Kini penyiar dan music director di sebuah stasiun radio swasta terkenal di Jakarta.

0 komentar:

Poskan Komentar

Please comment seperlunya, dan mohon untuk tidak disalahgunakan. Trima kasih!