Telah Tersedia Space Iklan Text Marque ! Segera Pasang Iklan Anda ! SPACE PASANG IKLAN
SPACE PASANG IKLAN
SPACE PASANG IKLAN
SPACE PASANG IKLAN
Buruan Mumpung masih tersedia slotnya !!
Keunggulan Mobil Listrik ramah linkungan ~ Sejuknya Embun

Kamis, 10 Januari 2013

Keunggulan Mobil Listrik ramah linkungan

 

Keunggulan Mobil Listrik ramah linkungan - Era mobil listrik di tanah air lahir untuk menyikapi persoalan tingginya konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Indonesia. Mobil konvensional yang masih mengandalkan minyak sebagai bahan bakar, menyedot subsidi BBM cukup tinggi.


Pemerintah mengeluarkan imbauan agar mobil pribadi menggunakan BBM non subsidi. Imbauan tersebut ternyata bergigi. Konsumsi BBM masih sangat tinggi.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tiba-tiba muncul dengan ide mobil listrik. Dia meyakini, mobil listrik mampu menjadi solusi alternatif dari persoalan yang ada. Sebab, kendaraan ini tidak lagi mengandalkan BBM.

Dahlan muncul bersama mobil listrik yang diberi nama Ahmadi. Mobil ini sejenis Hyundai Atoz berwarna hijau. Penciptanya adalah Dasep Ahmadi. Dahlan sendiri yang menjemput Ahmadi ke bengkelnya di Depok, Jawa Barat dan memperkenalkan ke publik.

Kemunculannya membuat Dahlan makin optimis akan masa depan mobil listrik di Indonesia. Bahkan, mobil listrik digadang-gadang sebagai mobil masa depan nasional.

Tidak berselang lama dari kemunculan Ahmadi, Dahlan menyampaikan bahwa dia tengah mempersiapkan mobil listrik mewah sejenis Ferrari. Mobil itu diberi nama Tucuxi. Penciptanya adalah Danet Suryatama.

Dahlan memamerkan mobil barunya tersebut ke khalayak umum. Walaupun akhirnya, umur mobil mewah tersebut tidak lama karena berakhir tragis ketika Dahlan melakukan uji coba. Tucuxi mengalami kecelakaan dan menabrak tebing. Kondisi mobil tersebut rusak parah.

Dari dua mobil listrik andalan Dahlan tersebut, terdapat beberapa perbedaan mulai dari komposisi mesin hingga tentu saja biaya yang dikeluarkan. Berikut beberapa perbedaan antara mobil karya Dasep Ahmadi dan Danet Suryatama.

0 komentar:

Poskan Komentar

Please comment seperlunya, dan mohon untuk tidak disalahgunakan. Trima kasih!